Sabtu, 22 Agustus 2009

Ponpes Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya

Pondok Pesantren MIFTAHUL HUDA didirikan oleh alMarhum KH. Choer Affandi (dikenal dengan julukan UWA Ajengan) beserta istri (Hj. Siti Shofiyyah) pada tanggal 7 Agustus 1967. Berlokasi di Kedusunan Pasirpanjang, Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Propinsi Jawa Barat, jarak dari Ibu kota Kabupaten 13 km. ke arah Timur, dari ibu kota Kecamatan 1 km. ke arah Tenggara dan 8 km. dari ibu kota Ciamis ke arah Barat Daya.

Dan telah mencatatkan diri sebagai Yayasan dengan nama Yayasan Pesantren MIFTAHUL HUDA (YAMIDA) dengan akta notaris Ryono Roeslam NO.34/PN/76/AN. Berhubung banyak pendirinya yang telah meninggalkan Pesantren (waktu itu pengurusnya ada dari kalangan santri senior) maka akta notaris ini diperbaharui pada tanggal 20 Juni 1987 di hadapan notaris Tuti Asijati Abdul Ghani SH.

Cikal bakalnya adalah Pondok Pesantren Wanasuka di kampung Cigugur Ciamis, kemudian karena pergolakan perjuangan pada saat itu Pondok Pesantren Wanasuka tidak dapat dilanjutkan. Beberapa tahun kemudian KH. Choer Affandi mendirikan lagi Pondok Pesantren dengan nama Pesantren Gombongsari di kampung Cisitukaler desa Pasirpanjang, kemudian karena di lokasi ini tidak memungkinkan untuk diperluas lokasinya, sementara Santri bertambah terus, atas dukungan masyarakat lokasinya dipindah ke lokasi sekarang, dibangun di atas tanah waqaf dari Raden H. Mardiyah seorang aghniya di Manonjaya.

Kini, terletak di areal tanah seluas 8 hektar, dihuni lebih dari 3.000 santri dan memiliki 1.000 lebih cabang Pesantren yang tersebar di Daerah Jawa dan Sumatera, merupakan lembaga pendidikan Islam yang dengan segala kelebihan dan kekurangannya selalu mengupayakan agar para santrinya mampu berakhlaqul karimah dan mendapat ilmu yang bermanfa'at yang dituangkan dalam tiga program Pesantren, yaitu; 1. Ulama Al'Amilin (Ulama yang mampu mengamalkan ilmunya), 2. Imamal Muttaqin (Memimpin ummat untuk bertaqwa), 3. Muttaqin (Manusia yang bertahan dalam ketaqwaan)

Usaha ke arah tersebut ditunjang dengan strategi luar (Dzohiriyyah) berbentuk kegiatan-kegiatan pendidikan dan pembinaan selama 24 jam dan strategi dalam (Bathiniyyah) berbentuk ibadah- ibadah ritual yang diberjama'ahkan, seperti; Riyadloh, tadarrus al-Quran, sholat berjama'ah awal waktu, sholat Tahajjud dan sholat Dluha yang kesemuanya ada dalam kerangka peraturan sebuah organisasi yang ditopang dengan administrasi, komputer sistem online dan fasilitas-fasilitas pelayanan lainnya.Sepeninggalan pendiri Pesantren pada tanggal 26 November 1994, Pesantren Miftahul Huda dikelola langsung oleh para putra, mantu (Dewan Kiai) dan cucu (Anuarmuda) dibawah Pimpinan Umum KH. Asep A. Maoshul Affandy dan dibantu oleh santri Khodimul Ma'had/Pengabdian (santri senior yang telah menyelesaikan studi jenjang akhir dan berhasil Wisuda).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Barangsiapa yang menghormati dan menghargai orang lain maka sebenarnya dia sedang menghormati dan menghargai dirinya sendiri