Senin, 05 Desember 2011

Mabadi Ilmu Tauhid

1) Ta’rif ( definisi)

Definisi Tauhid ada tiga katagori:

a) Menurut Lughot, ethymologi (asal kata)

اَلْعِلْمُ بِاَ نَّ الشَّيئِ وَاحِدٌ…شرح جوهر التو حيد ….

Artinya; Mengetahui bahawa sesuatu itu adalah satu.

b) Menurut Syar’an, Termonologi Religion

عِلْمٌ يَقْتَدِ رُ بِهِ عَلَى اِشْبَاتِ الْعَقَائِدِ الدِّ يْنِيَّةِ مُكْتَسَبٌ مِنْ اَدِلَّتِهَا اَلْيَقِنِيَّةِ… شرح جوهر التو حيد ….

Artinya; Ilmu yang menetapkan ‘aqidah agama Islam yang di ambil dari dalil-dalil yang yaqin.

c) Menurut Syar’i;

اِفْرَادُ الْمَعْبُوْدِبِالْعِبَادَةِ مَعَ اِعْتِقَادِ وَحْدَتِهِ وَالتَّصْدِيْقِ بِهَا ذَاتًا وَصِفَا تًا وَاَفْعَالاً… شرح جوهر التو حيد ….

Dari tiga definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa umat Manusia pada pokoknya terbagi pada dua kelompok, yakni kelompok yang bertauhid dan kelompok yang tidak bertauhid…

a) Yang termasuk kepada kelompok yang bertauhid (Mukmin) adalah:

1. Orang yang berilmu tauhid dan mengesakan ibadahnya kepada Allah, SWT. Dan hatinya tidak membenarkan adanya tuhan selain Allah SWT.

2. Orang yang mengesakan ibadahnya kepada Allah secara kebetulan dan tidak membenarkan adanya tuhan selain Allah SWT. (hanya dia berdosa karena tidak mempelajari ilmu Tauhid)

b) Yang termasuk kepada kelompok orang yang tidak bertauhid ( Kafir) adalah:

1. Orang yang berilmu tauhid tetapi tidak mengesakan ibadahnya kepada Allah, SWT.

2. Orang yang mengesakan ibadahnya kepada Allah SWT. Serta berilmu tauhid tetapi hatinya mengesahkan Tuhan selain Allah SWT.

3. Orang yang beribadah kepada Allah serta berilmu Tauhid tetapi hatinya tidak mengakui bahwa Tuhan itu adalah Allah SWT.

2) Maudlu (sasaran)

Sasaran yang dibahas dalam ilmu tauhid adalah:

1. Dzat Allah SWT

2. Dzat Rasul

3. Barang yang mumkinul wujud

4. Aqidah Sam’iyyah

3) Tsamroh (Buah/ Hasil)

Hasil yang didapat dari mempelajari ilmu Tauhid adalah;

1. Ma’rifat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya disertai dengan dalil-dalil yang yaqiin.

2. Menentukan kebahagiaan yang abadi di akhirat, bahwa tempat kembali seluruh mukminin(orang yang bertauhid) adalah sorga. Sekalipun yang bermaksyiat ( setelah mendapat ampunan dari Allah SWT, atau telah menjalani hukuman di akhirat). Dan tempat kembali orang kafir adalah Neraka.

Al-Qur’an Suarat an-Nisa ayat 57.

57. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan yang shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang Suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.

Al-Qur’an Surat al-Baqoroh ayat 39

39. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

4) Fadlu (keutamaan)

Nilai keutamaan ilmu Tauhid dibanding dengan ilmu-ilmu yang lain adalah yang termulia, karena bertalian dengan Dzat Allah SWT dan Rasul-Nya.

5) Nisbat (hubungan dengan ilmu yang lain)

Hubungan ilmu Tauhid dengan ilmu-ilmu yang lain adalah merupakan dasar dan akar dari beberapa ilmu ajaran agama Islam, sedangkan ilmu yang lainya merupakan cabang dari Ilmu Tauhid.

6) Wadli (yang mempunyai gagasan)

Ilmu Tauhid pada pokoknya adalah dari para Nabi dan Rasul, berdasarkan dari wahyu Allah SWT. Diajarkan secara sistematis oleh Nabi Muhamad SAW. Kemudian disusun dan di bukukan pertama kali oleh; Abu Hasan Al-Asy’ary serta pengikutnya dan oleh Abu Manshur al-Ma’turidi serta pengikutnya, yang dinamakan golongan an-Najiyah, golongan ahlussunah dan golongan asy-Sya’iroh

7) Al-Ismu (Nama)

Ilmu Tauhid mempunyai beberapa nama sebagai berikut;

1. Ilmu Tauhid. 2. Ilmu Kalam. 3. Ilmu haqiqa. 4. Ilmu aqo’id. 5. Ilmu Ushuluddin.

6. Ilmu Aqo’idul Iman. 7. Ilmu Uluhiyah. 8. Ilmu Ma’rifat.

Istimdad (sumber pengambilan ilmu Tauhid)

Dasar pengambilan yang dipake sumber dalam ilmu Tauhid adalah dalil ‘Aqli (Petunjuk akal Ghoriji) dan dalil Naqli (petunjuk al-Qur’an dan al-Hadist)

9) Hukum Syar’i (hukum syara)

Hukum syara (hukum Islam) mewajibkan dengan wajib ‘Ain(individu) kepada seluruh mukalaf agar mempelajari ilmu Tauhid dan bertauhid. Oleh karena sasaran mempelajari ilmu Tauhid dan berTauhid adalah seluruh mukalaf dan bersipat individu maka sekalipun orang kafir (yang sehat akalnya) akan dimintakan pertanggung jawabanya mengenai kewajiban mempelajari ilmu Tauhid dan bertauhid oleh Allah SWT.

Al-Qur’an Suarat al-Baqoroh ayat 21.

21. Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,

10) Masa’il (masalah- masalah)

Masalah yang akan dibahas dalam Ilmu Tauhid adalah Qodliyah, logika dan bahasan tentang sesuatu yang pasti ada (wajibat) Sesuatu yang mustahi ada (mustahilat) dan sesuatu yang mumkin ada, mumkin tidak ada (jai’Zat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Barangsiapa yang menghormati dan menghargai orang lain maka sebenarnya dia sedang menghormati dan menghargai dirinya sendiri